Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Musyawarah Ponpes Al Bayan dan PT Aplus Pasipik Hasilkan Tiga Poin Kesepahaman

Last updated: September 16, 2026 3:26 am
Redaksi
Published: September 16, 2026
Daerah
3 Min Read
Dok. Ponpes Al Bayan/Foto Istimewa
SHARE

Media-publik.co Lebak – Berawal dari viralnya penolakan sejumlah santri dan alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Bayan yang berlokasi di Jalan Cikande Km 10, Kampung Cigalempong, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, terkait rencana PT Aplus Pasipik melakukan perluasan area parkir dan mess pegawai yang diduga mendekati bahkan berbatasan dengan lingkungan pesantren.

Penolakan tersebut muncul karena para santri menilai rencana perluasan area parkir dan mess pegawai berpotensi mengganggu kenyamanan kegiatan ibadah maupun proses belajar mengajar. Kekhawatiran itu terutama disebabkan adanya kepulan debu dan kebisingan akibat aktivitas alat berat di lokasi. Selasa (15/9/2026).

Merespons adanya dugaan penolakan tersebut, pengacara PT Aplus Pasipik, Jimmi Siregar bersama rekannya, mendatangi Pondok Pesantren Al Bayan untuk melakukan musyawarah dan mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.

Musyawarah yang berlangsung di Aula Madrasah Tsanawiyah Al Bayan itu berjalan aman, nyaman dan terkendali.

Dari pihak PT Aplus Pasipik hadir Pengacara Jimmi Siregar, Mulyadi dan Wahyu. Sementara dari pihak Ponpes Al Bayan dipimpin Kiai Eman Suherman selaku kiai sepuh, bersama para kiai, ustaz serta sejumlah alumnus Ponpes Al Bayan.

Dalam musyawarah tersebut, pembahasan berlangsung cukup alot dan diwarnai perdebatan panjang. Masing-masing pihak menyampaikan pandangan dan pemikirannya terkait rencana perluasan area perusahaan yang berada di sekitar lingkungan pesantren.

Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, akhirnya musyawarah menghasilkan rancangan tiga poin kesepahaman yang selanjutnya akan dibawa dan disampaikan kepada pimpinan manajemen tertinggi PT Aplus Pasipik di Jakarta.

Adapun tiga poin yang diajukan pihak Ponpes Al Bayan kepada PT Aplus Pasipik, yaitu:

Pertama, meminta PT Aplus Pasipik kembali mengacu pada MOU tahun 2012 tentang perjanjian untuk tidak melakukan invasi atau perluasan pabrik ke arah Pondok Pesantren Al Bayan.

Kedua, meminta manajemen pusat menghentikan atau menjauhkan titik perluasan area pabrik yang saat ini posisinya dinilai nyaris rapat dengan lingkungan Pondok Pesantren Al Bayan.

Ketiga, meminta agar areal yang saat ini sedang digarap dapat dijadikan sebagai ruang terbuka hijau.

Tiga poin tersebut selanjutnya akan dibawa untuk disampaikan kepada pimpinan manajemen tertinggi PT Aplus Pasipik di Jakarta guna mendapatkan pembahasan dan keputusan lebih lanjut.

Penulis: Welly

TAGGED:Ponpes Al BayanPT Aplus Pasipik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Dugaan Penggelapan 17 Sertifikat Tanah, Calon Dubes RI Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Hukum
Aab Bachtiar Turun Gunung, DPD PSI Lebak Perkuat Struktur DPC di Dapil 3
Daerah
Paradoks Finansial Gen Z: Antara Gaya Hidup Digital dan Inklusi Keuangan Syariah
Opini Publik
Tindak Lanjut Temuan BPK, Kejagung Diminta Bongkar Dugaan Korupsi di PT Pupuk Indonesia
Hukum
Cegah Kemacetan Pagi Hari, Kapolres Lebak Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Simpang Yaspati
Daerah
Camat Curugbitung Apresiasi Pembangunan Jalan Hotmix di Desa Cilayang, Masyarakat Diimbau Menjaga dan Merawat
Daerah

You Might Also Like

Daerah

Kandang Ayam di Curug Disorot, Mahasiswa Minta Pemerintah Verifikasi Perizinan

August 23, 2026
Daerah

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

September 30, 2026
Daerah

Sub Rayon V Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu, 16 SMP Ikuti Tujuh Cabang Lomba

September 16, 2026
Daerah

Dua Tahun Terbengkalai, Pustu Desa Keboncau Ditargetkan Kembali Aktif Akhir 2026

August 28, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?