Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

BaraNusa: Gejolak Papua, Aceh hingga Kaltim Jadi Alarm Keras bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Last updated: August 17, 2026 7:13 am
Redaksi
Published: August 17, 2026
Hukum
3 Min Read
Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan,
SHARE

Media-publik.co JAKARTA — Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, menilai munculnya berbagai ekspresi kekecewaan dan tuntutan bernuansa separatisme di sejumlah daerah harus menjadi alarm serius bagi pemerintah pusat.

Adi mengatakan, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap keresahan yang berkembang di daerah. Menurutnya, apabila persoalan ketidakadilan, pembangunan, kesejahteraan, dan hubungan pusat-daerah tidak segera diselesaikan, potensi konflik sosial maupun politik dapat semakin membesar.

“Ini harus menjadi alarm bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Jangan sampai pemerintah baru bertindak ketika situasinya sudah semakin kacau. Kalau ada daerah yang mulai menunjukkan ekspresi ingin memisahkan diri, pemerintah harus melihat akar persoalannya, bukan hanya melihat gejalanya,” ujar Adi Kurniawan.

Menurut Adi, persoalan tersebut tidak bisa semata-mata diselesaikan dengan pendekatan keamanan. Pemerintah, kata dia, harus membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat daerah serta memastikan pembangunan nasional benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan rakyat.

“Jangan semua persoalan dijawab dengan pendekatan aparat. Negara harus hadir dengan pembangunan, keadilan, lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Kalau rakyat merasa negara tidak hadir, maka kekecewaan akan terus menumpuk,” katanya.

Adi bahkan mengingatkan bahwa persoalan tersebut dapat menjadi “bom waktu” apabila pemerintah tidak segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Ini seperti bom waktu. Jangan sampai meledak karena pemerintah terlambat membaca situasi. Pemerintah harus berani mengakui kalau ada kebijakan yang gagal dan segera melakukan koreksi,” tegasnya.

Ia juga mengkritik arah pembangunan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut Adi, persoalan ekonomi harus menjadi perhatian utama karena kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting bagi kokohnya persatuan nasional.

“Pemerintah jangan hanya melihat angka pertumbuhan ekonomi. Yang paling penting adalah apakah rakyat merasakan ekonomi membaik, apakah daya beli meningkat, apakah lapangan kerja tersedia dan apakah harga kebutuhan pokok terjangkau,” ujar Adi.

Pemerintah sendiri menyampaikan indikator ekonomi yang berbeda. Dalam laporan terbaru, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 disebut mencapai 5,45 persen, sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan 6 persen hingga akhir tahun. Namun, sejumlah pengamat tetap menyoroti persoalan daya beli, pasar tenaga kerja dan pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, Adi meminta pemerintah tidak cepat berpuas diri dengan angka-angka makroekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi kesejahteraan nyata. Jangan sampai ekonomi dikatakan tumbuh, tetapi rakyat merasa semakin sulit. Di situlah pemerintah harus melakukan evaluasi,” katanya.

Adi menegaskan BaraNusa meminta pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap seluruh kebijakan pembangunan, terutama yang menyangkut pemerataan ekonomi dan hubungan pusat dengan daerah.

“Persatuan Indonesia tidak cukup hanya dijaga dengan pidato Kepresidenan. Persatuan harus dibangun melalui keadilan dan kesejahteraan. Pemerintah harus memastikan tidak ada daerah dan rakyat yang merasa ditinggalkan,” pungkasnya.

TAGGED:Baranusa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Dugaan Penggelapan 17 Sertifikat Tanah, Calon Dubes RI Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Hukum
Aab Bachtiar Turun Gunung, DPD PSI Lebak Perkuat Struktur DPC di Dapil 3
Daerah
Paradoks Finansial Gen Z: Antara Gaya Hidup Digital dan Inklusi Keuangan Syariah
Opini Publik
Tindak Lanjut Temuan BPK, Kejagung Diminta Bongkar Dugaan Korupsi di PT Pupuk Indonesia
Hukum
Cegah Kemacetan Pagi Hari, Kapolres Lebak Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Simpang Yaspati
Daerah
Camat Curugbitung Apresiasi Pembangunan Jalan Hotmix di Desa Cilayang, Masyarakat Diimbau Menjaga dan Merawat
Daerah

You Might Also Like

Hukum

Desak Aph Periksa Kabid Cipta Karya Dinas PUPUR Mamasa, Dana Btt 2024 Dan Realisasi Dak 2025 Di Mamasa Disorot

August 17, 2026
Hukum

Bupati  Hingga  Pimpinan  DPRD  Tak  Ditemukan  Saat  KPK  Melakukan  Pemeriksaan di Pemkab Bogor

August 24, 2026
Hukum

Ketum BaraNusa Apresiasi Kapolda Metro Jaya: Pengamanan Demo BEM UI Harus Humanis dan Terukur

August 20, 2026
Hukum

Perkara Gas Portabel di PN Jakut, LBH PERADI Nilai Hukuman Gabriel Tak Berkeadilan

August 27, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?