Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa di Lima Provinsi

Last updated: August 27, 2026 4:38 pm
Redaksi
Published: August 27, 2026
Nasional
6 Min Read
SMSI
SHARE

Media-Publik.co JAKARTA — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa dari lima provinsi sebagai upaya memperkuat peran media siber dalam mengawal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Pengukuhan berlangsung di Hall Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Lima provinsi yang mengikuti pengukuhan tersebut yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta dari masyarakat umum dan undangan itu dirangkaikan dengan Dialog Nasional bertajuk “Katalisator Ekonomi Desa: Integrasi Inisiatif Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dengan Ekosistem Start Up Media.”

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, Hashim Djojohadikusumo, Direktur Utama LPP TVRI Hendrasmo, Ketua Umum Formas Yohanes Handoyo Budhi Sejati, Mayjen TNI (Purn) Joko Warsito, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur Ahmad Riyadh U.B., Ph.D., serta Bendahara Umum SMSI RPS. Aji Waskita.

Dalam sambutannya, Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus menekankan posisi strategis media siber dalam membangun konektivitas informasi secara nasional.

Menurut Firdaus, jaringan media siber memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi Indonesia sekaligus mengangkat berbagai isu kerakyatan dan pembangunan agar mendapat perhatian lebih luas, termasuk di tingkat global.

Ia juga mendorong penguatan sinergi antarpemangku kepentingan agar media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi turut berkontribusi dalam mengawal agenda pembangunan dan kepentingan masyarakat.

Hashim Soroti Peran Media Sosial

Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo menyoroti perkembangan media sosial dan fenomena aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR.

Hashim menyampaikan pandangannya bahwa sebagian peserta aksi dapat terdorong oleh motif finansial dari aktivitas siaran langsung atau live streaming di platform TikTok, bukan semata-mata karena faktor ideologi.

Ia juga menyoroti persoalan manipulasi atau pembesaran jumlah massa dalam pemberitaan maupun percakapan publik. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi salah satu tantangan dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.

Hashim mengatakan dirinya berencana berdialog langsung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas untuk membahas sejumlah persoalan bangsa, termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Hashim juga menyampaikan apresiasi kepada SMSI atas undangan yang diberikan tanpa meminta dukungan anggaran.

Ekonomi Desa dan Kepastian Hukum

Dialog nasional kemudian membahas keterkaitan antara pembangunan ekonomi desa, investasi, dan perkembangan ekosistem media digital.

Ketua Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur Ahmad Riyadh U.B., Ph.D., menekankan pentingnya aspek hukum dalam pengelolaan desa maupun investasi.

Menurutnya, terdapat sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, antara lain kepastian hukum bagi investor, keterbukaan informasi dan tata kelola yang transparan, serta keadilan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menilai pembangunan ekonomi desa tidak dapat dilepaskan dari tata kelola yang baik dan kepastian hukum sehingga investasi yang masuk dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Taufiqurokhman, SH, A.Ks, S.Sos, M.Si., menyoroti peran media siber dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa.

Menurutnya, inisiatif Newsroom Jaga Desa dapat menjadi sarana untuk menyebarluaskan informasi mengenai potensi desa sekaligus membangun citra positif Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi pedesaan, khususnya sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar masyarakat desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama perekonomian.

Upaya tersebut, lanjutnya, membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk sektor perbankan dan tokoh masyarakat. Dalam konteks investasi, ia juga menyampaikan gagasan mengenai pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai salah satu instrumen untuk menarik investasi.

Media Siber di Tengah Disrupsi Digital

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa berlangsung di tengah perubahan besar dalam ekosistem media akibat pesatnya perkembangan media sosial dan berbagai platform digital.

Disrupsi tersebut menghadirkan tantangan bagi media konvensional maupun media siber, mulai dari persaingan memperebutkan perhatian publik, tuntutan kecepatan penyebaran informasi, hingga munculnya berbagai narasi yang belum tentu terverifikasi.

Dalam konteks tersebut, konsolidasi media siber dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kapasitas jurnalistik sekaligus meningkatkan kontribusi media dalam mengawal pembangunan.

Penguatan Newsroom Jaga Desa juga menempatkan isu desa sebagai salah satu ruang penting pemberitaan. Desa tidak hanya dipandang sebagai objek pemberitaan, tetapi juga sebagai basis ekonomi dan sosial yang memiliki potensi besar dalam pembangunan nasional.

Melalui penguatan jaringan media, informasi mengenai potensi ekonomi, pertanian, UMKM, investasi, serta berbagai persoalan masyarakat desa diharapkan memperoleh ruang pemberitaan yang lebih luas.

Pada saat yang sama, penguatan media siber perlu berjalan beriringan dengan prinsip jurnalistik, verifikasi informasi, keterbukaan, dan independensi pers agar ekosistem informasi tetap sehat dan dipercaya publik.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan media siber di tingkat daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pers, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan ekonomi desa.

TAGGED:SMSI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Penyidik Pakai Surat Prostitusi Tangkap Gabriel, LBH Peradi Profesional Lapor ke Propam Polri
Nasional
Mukhsin Nasir: MBG Terancam Gagal Karena Dikuasai Perantara, Bukan Pelaku Usaha Nyata
Nasional
Lelang Aset Rp1,75 Miliar Berujung Gugatan, Nasabah Seret BCA ke Pengadilan
Daerah
Marwan Jafar: Pemegang Polis Asuransi Harus Terjamin dan Terlindungi
Nasional
Kritik Atas Pengkritik Gerakan: Saat Diagnosis Lupa Memeriksa Siapa yang Memeriksa
Nasional
Soroti Tata Kelola MBG, Nata Sutisna: Anak-anak Bukan Sekadar Angka dalam Laporan
Nasional

You Might Also Like

Nasional

BaraNusa: Kasus Keracunan Sidoarjo Bukti MBG Gagal, Minta Evaluasi Total

September 3, 2026
Nasional

Bung AIR: Upacara HUT ke-81 RI di Istana Hadirkan Wajah Indonesia yang Sesungguhnya ​

August 17, 2026
Nasional

BaraNusa: Gerakan 27 Agustus Murni Aspirasi Rakyat, DPR dan Pemerintah Harus Tanggapi Serius

August 26, 2026
Nasional

Roadshow Nasional, Tiyo-Dhana Sosialisasikan Gagasan Baru untuk Generasi Muda

August 23, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?