Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Pesan Hajar Wisnu Hardiansyah Sambut HUT ke 81 RI

Last updated: August 23, 2026 2:50 pm
Redaksi
Published: August 23, 2026
Sosok
4 Min Read
Hajar Wisnu Hardiansyah, putra daerah Kalimantan, mahasiswa Universitas Primagraha Serang Banten, sekaligus Direktur Bidang Politik di Creative Democracy Center (CDC).
SHARE

Media-publik.co Jakarta — Momentum 17 Agustus seharusnya menjadi hari di mana seluruh rakyat Indonesia bersatu merasakan kebanggaan atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu. Namun, peringatan Hari Ulang Tahun ke‑81 Republik Indonesia tahun 2026 hadir dalam suasana yang berbeda dan penuh keprihatinan.

Di tengah semarak perayaan kemerdekaan, sebagian masyarakat justru sedang berjuang menghadapi bencana, kehilangan, serta ketidakpastian. Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 dan kebakaran hutan serta lahan yang meluas di wilayah‑wilayah Kalimantan menjadi pengingat bahwa masih ada saudara‑saudara kita yang membutuhkan perhatian, pertolongan, serta kehadiran negara secara nyata.

Kondisi ini menjadi catatan penting untuk kembali merenungkan makna kemerdekaan menurut pandangan Hajar Wisnu Hardiansyah, putra daerah Kalimantan, mahasiswa Universitas Primagraha Serang Banten, sekaligus Direktur Bidang Politik di Creative Democracy Center (CDC).

“Saya sebagai putra daerah Kalimantan tentu sangat prihatin melihat kondisi saudara‑saudara kita yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Di sisi lain, saudara kita di NTT juga sedang menghadapi bencana gempa. Dalam situasi seperti ini, pemerintah harus menunjukkan empati yang lebih besar dan memastikan negara benar‑benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hajar, tidak ada yang keliru dengan merayakan kemerdekaan. Upacara, pengibaran bendera, perlombaan rakyat, dan berbagai kegiatan perayaan adalah wujud wajar rasa syukur kita semua. Namun kemerdekaan tidak boleh berhenti sekadar menjadi seremoni. Kemerdekaan juga harus terwujud lewat keberpihakan negara kepada rakyatnya terutama mereka yang saat ini berada dalam kesulitan.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera merah putih dan melaksanakan upacara. Kemerdekaan juga tentang bagaimana rakyat mendapatkan perlindungan, rasa aman dan kehidupan yang layak. Ketika ada saudara kita yang sedang berduka karena bencana, negara harus memastikan mereka tidak merasa sendirian.” ucapnya.

Kemerdekaan Sebagai Momen Memperkuat Solidaritas Nasional

Lebih lanjut, Hajar menekankan bahwa peringatan kemerdekaan seharusnya tidak hanya mengenang masa lalu, melainkan juga menjadi momen mempererat persaudaraan dan kepedulian sesama anak bangsa. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus menjamin penanganan bencana dilakukan secara cepat, tepat sasaran, serta berkelanjutan. Masyarakat terdampak tidak hanya butuh pertolongan sesaat mereka juga butuh didampingi sampai pemulihan benar‑benar tuntas dan kehidupan kembali normal.

Sebagai putra asal Kalimantan yang kini menempuh pendidikan di Serang, Banten, Hajar mengaku senantiasa menjaga ikatan batin yang kuat terhadap tanah kelahirannya.

“Kalimantan bukan hanya sebuah wilayah di peta Indonesia. Di sana ada keluarga, masyarakat dan lingkungan yang harus kita jaga. Ketika hutan terbakar dan masyarakat terdampak asap serta bencana ekologis, tentu menjadi keprihatinan bagi kami yang berasal dari sana.” jelasnya.

Jangan Sampai Kemerdekaan Hanya Menjadi Seremoni Belaka

Hajar menegaskan pandangan ini bukan berarti menolak atau tidak menghargai perayaan kemerdekaan. Justru sebaliknya hal ini disampaikan agar kita semua kembali sadar bahwa makna kemerdekaan jauh lebih luas dan mendalam daripada sekadar kemeriahan sesaat.

“Kita tidak menolak kemerdekaan dirayakan. Tetapi mari kita bertanya bersama, kemerdekaan seperti apa yang sedang kita rayakan jika masih ada saudara kita yang sedang berjuang menghadapi bencana? Jangan sampai kemeriahan di pusat pemerintahan justru terasa makin jauh bagi masyarakat yang sedang berduka,” tuturnya.

Baginya, negara wajib hadir bukan saja saat keadaan aman dan baik‑baik saja melainkan justru hadir tepat di saat rakyat berada dalam masa paling sulit dan paling membutuhkan dukungan.

“Merah Putih tidak hanya harus berkibar di tiang‑tiang upacara. Merah Putih juga harus hadir berupa kepedulian, perlindungan, bantuan, keadilan, serta keberpihakan kepada rakyat.” bebernya.

Pada akhirnya, kemegahan dan kelengkapan perayaan tidak bisa menjadi satu‑satunya ukur kemerdekaan yang sejati. Kemerdekaan harus benar‑benar bisa dirasakan merata oleh seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali saudara‑saudara kita yang kini sedang berjuang pulih dari bencana.

“Karena itu, di tengah perayaan HUT ke‑81 Republik Indonesia, sudah semestinya kita tidak hanya bertanya bagaimana kemerdekaan dirayakan, tetapi juga sejauh mana kemerdekaan benar‑benar dirasakan oleh rakyat. Kemerdekaan bukan sekadar perayaan. Kemerdekaan adalah ketika negara hadir dan rakyat merasa dilindungi,” tutupnya Hajar Wisnu Hardiansya

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Marwan Jafar: Bank Indonesia Wajib Dorong Penguatan dan Penyehatan UMKM
Nasional
Sub Rayon V Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu, 16 SMP Ikuti Tujuh Cabang Lomba
Daerah
Musyawarah Ponpes Al Bayan dan PT Aplus Pasipik Hasilkan Tiga Poin Kesepahaman
Daerah
Relawan All Cipayung Nusantara: Tuduhan Dasco Lindungi Roy Suryo Tak Berdasar dan Bermuatan Politik
Nasional
Penyidik Pakai Surat Prostitusi Tangkap Gabriel, LBH Peradi Profesional Lapor ke Propam Polri
Nasional
Mukhsin Nasir: MBG Terancam Gagal Karena Dikuasai Perantara, Bukan Pelaku Usaha Nyata
Nasional

You Might Also Like

Sosok

Kolonel Priyo Handoyo Jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

August 19, 2026
Sosok

Anak Muda Purwakarta Raih Beasiswa Penuh di AS, Nata Sutisna Tekuni Studi International Peacebuilding

August 30, 2026
Sosok

Anak Yatim Berprestasi Iqmal Hidayat Raih Türkiye Scholarships 2026, Lolos Kuliah Jurnalistik di Turki

August 22, 2026
Sosok

Selesaikan Doktor Tepat Waktu, Dr. Hj. Reni Apriani: Ilmu Adalah Amanah untuk Diberikan kepada Masyarakat

August 19, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?