Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Jerry Massie: Jika Negara Takut pada Mantan Pemimpin, Bubarkan Saja

Last updated: September 11, 2026 2:29 pm
admin
Published: September 11, 2026
Nasional
3 Min Read
Mantan Presiden Rai Joko Widodo
SHARE

Media-publik.co Jakarta — Persoalan kemandirian dan keadilan hukum di Indonesia kembali menjadi sorotan tajam. Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menyampaikan pandangan kritisnya terkait kecenderungan hukum yang dinilai mulai tunduk pada tokoh tertentu, khususnya mantan Presiden Joko Widodo.

“Kini terkesan hukum tunduk pada Jokowi. Ini bahaya besar jika dibiarkan. Seharusnya dalam negara hukum, siapapun sama di mata hukum termasuk mantan presiden. Terutama dalam kasus dugaan ijazah palsu, untuk membuktikan keasliannya, Jokowi wajib hadir di sidang pengadilan,” tegas Jerry Massie.

Ia menegaskan ketegasan yang tak dapat ditawar: “Kalau negara ini sampai takut menghadirkan seseorang ke pengadilan, maka bubarkan saja negara ini. Sudah ada lima presiden sebelum Jokowi, namun tidak ada yang se-kontroversial dan se-kebal hukum seperti saat ini.”

Wajib Dijemput Paksa, Jangan Ada Alasan

Jerry menyoroti berbagai upaya yang dinilai menjadi penghalang bagi proses hukum berjalan lancar. Segala agenda ke luar negeri, kunjungan kerja yang berbau politik, hingga alasan kesehatan yang diragukan keasliannya, harus diantisipasi dan dihentikan jika tujuannya untuk menghindari panggilan pengadilan.

“Aparat penegak hukum harus berani menjemput paksa Jokowi ke pengadilan. Semua alasan harus dipotong. Jika polisi tak berani karena Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah mantan ajudan Jokowi — sehingga dinilai ada konflik kepentingan — maka TNI yang seharusnya turut menjamin tegaknya hukum dan keadilan dapat membantu mengantarnya ke persidangan,” ujar Jerry.

Disebut dalam Berbagai Kasus, Tetap Bebas?

Jerry menyoroti fakta bahwa nama Jokowi telah disebut dalam berbagai perkara hukum besar. Mulai dari kasus mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Emanuel Ebenhaezar, dugaan korupsi di Kementerian Pertahanan, kasus korupsi yang menyeret Menteri Nadiem Makarim, Direktur Utama Pertamina, hingga mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Namun hingga kini, ia dinilai tetap bergerak bebas seolah tak tersentuh hukum.

“Kekhawatiran kami, Jokowi masih dianggap punya kekuatan besar di pemerintahan Prabowo Subianto, sehingga ia merasa bisa bebas dari proses hukum. Padahal faktanya, ia sudah menjadi warga negara biasa, bukan presiden lagi. Mengapa negara harus takut?” tanyanya.

Jerry bahkan menyindir secara tajam: “Saat ini seolah-olah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berubah menjadi Kitab Hukum Undang-Undang Mulyono — hukum berjalan tidak sama untuk semua orang.”

Perbaiki Sistem, Tegakkan Keadilan

Bagi Jerry, satu langkah paling mendasar untuk memperbaiki sistem hukum dan peradilan di Indonesia saat ini adalah dengan memastikan tidak ada orang yang kebal hukum termasuk mantan presiden.

“Jokowi harus dijemput paksa ke pengadilan. Itu bukan permintaan berlebihan, itu tuntutan keadilan. Selama masih ada rasa takut untuk memanggil mantan pemimpin ke pengadilan, selama itu pula hukum di Indonesia tidak akan pernah tegak lurus,” pungkas Jerry Massie.

TAGGED:Joko Widodo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Dugaan Penggelapan 17 Sertifikat Tanah, Calon Dubes RI Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Hukum
Aab Bachtiar Turun Gunung, DPD PSI Lebak Perkuat Struktur DPC di Dapil 3
Daerah
Paradoks Finansial Gen Z: Antara Gaya Hidup Digital dan Inklusi Keuangan Syariah
Opini Publik
Tindak Lanjut Temuan BPK, Kejagung Diminta Bongkar Dugaan Korupsi di PT Pupuk Indonesia
Hukum
Cegah Kemacetan Pagi Hari, Kapolres Lebak Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Simpang Yaspati
Daerah
Camat Curugbitung Apresiasi Pembangunan Jalan Hotmix di Desa Cilayang, Masyarakat Diimbau Menjaga dan Merawat
Daerah

You Might Also Like

Nasional

Terkendala Biaya, Warga Kasemen Dapat Bantuan Rehabilitasi dari Ketua DPRD Kota Serang

September 27, 2026
Nasional

Dr. Imam Sofian: Analisa Politik Budi Arie Tidak Mengandung Unsur Penghasutan

September 10, 2026
Nasional

Buka Ruang Dialog, Kajari Sumbawa Barat Sambut Insan Pers dan LSM Bahas Persoalan Hukum

September 16, 2026
Nasional

 SIGAP Jakarta Soroti Anggaran Dipangkas dan Data Tak Sesuai Kenyataan

August 24, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?