Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Biaya Rawat Rp1 Miliar Belum Lunas, Sri Rahayu Ditahan di RS dan Diteror Surat Somasi ​

Last updated: September 10, 2026 8:52 am
admin
Published: September 10, 2026
Nasional
3 Min Read
Nasib pilu menimpa Sri Rahayu Adiningsih, pekerja program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan dan Pengelolaan Gizi (SPPG) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
SHARE

Media-publik.co Medan  — Nasib pilu menimpa Sri Rahayu Adiningsih, pekerja program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan dan Pengelolaan Gizi (SPPG) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kecelakaan kerja yang menimpanya bukan hanya merenggut kesehatannya, melainkan juga menjerumuskannya ke dalam tekanan bertubi-tubi: biaya pengobatan melonjak hingga miliaran rupiah, pemberi kerja tidak mendaftarkannya ke BPJS Ketenagakerjaan, dan kini ia menerima surat somasi dari rumah sakit.

Kakak kandung korban, Rama Abang Kandung, menceritakan bahwa Sri Rahayu telah dirawat intensif di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Medan sejak 11 Maret 2026 dengan total biaya perawatan mencapai Rp1.055.304.970. Namun yang memilukan, ternyata korban tidak diikutkan dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan oleh pihak pemberi kerja.

Badan Gizi Nasional (BGN) maupun Yayasan Mitra SPPG pun dinilai lepas tangan dan tidak bertanggung jawab atas musibah tersebut. Keluarga telah berupaya keras menutupi biaya pengobatan. Harta benda termasuk kendaraan dijual, berhasil menyetor Rp431.500.000, ditambah keringanan diskon dari rumah sakit sebesar Rp184.082.869. Pengorbanan itu ternyata belum cukup. Masih tersisa kekurangan pembayaran sebesar Rp439.722.101.

Kini keluarga menerima surat somasi bernomor 27/BD/IX/2026 dari Kuasa Hukum RS Mitra Medika Premiere, Budi Dharma, S.H. & Partners, dengan tenggat pelunasan paling lambat 16 September 2026. Jika tidak dipenuhi, ancaman proses hukum lanjutan mengancam. Lebih memprihatinkan, Sri Rahayu masih tertahan di ruang perawatan Lantai 18, Kamar 1816, RS Mitra Medika Premiere karena belum melunasi tagihan. Biaya terus bertambah sementara tekanan dari pihak rumah sakit tak kunjung mereda.

Laporan ke Banyak Pihak, Hasilnya Sebatas Surat-Menyurat

Komite Pemantau MBG yang mendampingi keluarga menyampaikan, pengaduan telah dikirim ke Kementerian HAM, Kementerian Ketenagakerjaan, Komnas HAM, Kantor Staf Presiden, Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan, hingga BGN. Namun sayangnya, respons yang diterima hanya sebatas surat balasan tanpa ada tindakan nyata di lapangan.

“Seluruh instansi tinggi terkesan diam. Tidak ada yang bergerak membantu secara nyata. Keluarga merasa seolah-olah negara tidak hadir saat kami sangat membutuhkannya, padahal secara konstitusi wajib melindungi rakyatnya,” ungkap perwakilan Komite Pemantau MBG Ahmad Ismail atau yang kerap disapa Ais, Kamis (10/9/2026).

Desakan: Rumah Sakit Wajib Punya Fungsi Sosial, BGN Harus Bertanggung Jawab

Komite Pemantau MBG juga menyoroti sikap rumah sakit yang dinilai terlalu kaku. Setiap rumah sakit memiliki kewajiban menjalankan fungsi sosial, apalagi dalam kasus kemanusiaan seperti ini. Pihaknya menegaskan tidak akan berhenti memperjuangkan hak Sri Rahayu, dan menuntut BGN segera menjalankan kewajibannya menanggung seluruh biaya pengobatan pekerja yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas demi program negara.

TAGGED:Sri Rahayu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Dugaan Penggelapan 17 Sertifikat Tanah, Calon Dubes RI Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Hukum
Aab Bachtiar Turun Gunung, DPD PSI Lebak Perkuat Struktur DPC di Dapil 3
Daerah
Paradoks Finansial Gen Z: Antara Gaya Hidup Digital dan Inklusi Keuangan Syariah
Opini Publik
Tindak Lanjut Temuan BPK, Kejagung Diminta Bongkar Dugaan Korupsi di PT Pupuk Indonesia
Hukum
Cegah Kemacetan Pagi Hari, Kapolres Lebak Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Simpang Yaspati
Daerah
Camat Curugbitung Apresiasi Pembangunan Jalan Hotmix di Desa Cilayang, Masyarakat Diimbau Menjaga dan Merawat
Daerah

You Might Also Like

Nasional

Bersama Kementerian Kehutanan, Arif Rahman Beri Bekal Teknik Budidaya dan Pengelolaan Hutan Rakyat bagi Kelompok Tani di Bayah

October 7, 2026
Nasional

Sekjen Kemenhut Memegang Kendali, Matahukum: Izin Mangkrak 5 Tahun Siapa Bertanggung Jawab

September 23, 2026
Nasional

Tak Hanya Imbauan, GMPK DKI Turun Langsung Bagikan Masker di Tengah Sebaran Abu Vulkanik

September 11, 2026
Nasional

Mukhsin Nasir: DPR dan Jaksa  Jangan Fokus ke Kepala Desa, yang Harus Dijaga Program dan Manfaat untuk Rakyat

September 17, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?