Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Sesepuh Bani Syaikhona Kholil Kalungkan Sorban kepada Gus Rozin

Last updated: August 25, 2026 2:40 am
Redaksi
Published: August 25, 2026
Daerah
4 Min Read
NU
SHARE

Media-Publik.co BANGKALAN – Momen penuh makna terjadi di sela-sela silaturahmi KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin bersama jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) se-Madura di Bangkalan, Ahad (23/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Rozin mendapat pengalungan sorban yang dikaitkan dengan Syaikhona Kholil bin Abdul Latif Bangkalan. Sorban itu dikalungkan langsung oleh KH Muhammad Faisol Anwar, salah satu sesepuh Bani Syaikhona Kholil Bangkalan yang juga Rais Syuriyah PCNU Bangkalan.

Syaikhona Kholil bin Abdul Latif Bangkalan merupakan salah satu ulama besar yang memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam dan tradisi keilmuan di Nusantara. Jejak keilmuan serta jaringan pesantrennya juga memiliki hubungan erat dengan sejarah perkembangan Nahdlatul Ulama.

Karena itu, pengalungan sorban tersebut memiliki makna simbolik tersendiri dalam pertemuan yang berlangsung menjelang Muktamar ke-35 NU.

Dari Tanah Syaikhona Kholil

Dalam prosesi pengalungan sorban, Gus Rozin menundukkan kepala di hadapan KH Muhammad Faisol Anwar yang berdiri sambil memegang sorban berwarna hijau dengan corak keemasan.

Perlahan, sorban tersebut dikalungkan ke pundak Gus Rozin.

“Nggih, nggih. Bismillah… Alhamdulillah,” ucap KH Faisol singkat.

Momen tersebut berlangsung saat Gus Rozin sowan kepada KH Faisol Anwar di Bangkalan. KH Faisol merupakan cicit Syaikhona Kholil Bangkalan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah. Ia juga dikenal sebagai salah satu sesepuh Bani Syaikhona Kholil serta Rais Syuriyah PCNU Bangkalan.

Sebelumnya, Gus Rozin duduk bersila di atas karpet menghadap KH Faisol yang duduk di sofa. Sebuah meja kecil berada di antara keduanya. Beberapa orang turut mendampingi, sementara percakapan berlangsung dalam suasana dekat dan sederhana.

Setelah berbincang, Gus Rozin kemudian diajak menuju sebuah ruangan yang menyimpan sejumlah benda bersejarah. Di ruangan itulah pengalungan sorban berlangsung.

Selepas pengalungan sorban, KH Faisol mengajak Gus Rozin melihat sebuah peti kayu tua yang tersimpan di ruangan tersebut. Benda yang menyerupai koper tempo dulu itu kemudian dijelaskan oleh KH Faisol.

“Koper, koper biyen niki,” tutur KH Faisol. (Koper, ini koper zaman dulu).

Gus Rozin mendekat dan memperhatikan bagian-bagian koper yang ditunjukkan. Pada bagian luar koper terdapat sebuah tulisan.

“Ada tulisan H. Khalil,” ujar salah seorang yang hadir.

“Nggih, K.H. Khalil,” jawab KH Faisol.

Pembicaraan kemudian beralih pada riwayat koper tersebut dan kaitannya dengan perjalanan ke Makkah pada masa lalu. Mengenai kapan tepatnya koper itu digunakan, KH Faisol mengatakan tidak terdapat keterangan yang dapat memastikan tahunnya.

“Waktu teng Makkah tahun pinten kirang-kirang, mboten wonten keterangan,” tuturnya. (Waktu di Makkah kira-kira tahun berapa, tidak ada keterangannya).

Gus Rozin lebih banyak menyimak. Pandangannya mengikuti bagian-bagian koper yang ditunjukkan KH Faisol, sementara sejumlah orang yang mendampingi sesekali ikut dalam percakapan.

Tidak ada pidato dalam pertemuan tersebut. Sowan berlangsung melalui percakapan ringan, cerita tentang benda-benda lama, serta pengalungan sorban. Gus Rozin datang, duduk bersila, dan mendengarkan cerita yang masih tersimpan di lingkungan keluarga Syaikhona Kholil Bangkalan.

Sowan kepada KH Faisol dilakukan Gus Rozin setelah bertemu dan berdialog dengan jajaran PCNU se-Madura di Bangkalan. Pertemuan dengan para pengurus NU tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Gus Rozin untuk mendengar pandangan mengenai kondisi dan masa depan Nahdlatul Ulama.

Setelah forum bersama pengurus NU se-Madura selesai, perjalanan dilanjutkan dengan sowan kepada salah satu sesepuh Bani Syaikhona Kholil, KH Muhammad Faisol Anwar. Dalam suasana sederhana dan penuh penghormatan itulah berlangsung pengalungan sorban yang menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian silaturahmi tersebut.

TAGGED:NUPC NU
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Dugaan Penggelapan 17 Sertifikat Tanah, Calon Dubes RI Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Hukum
Aab Bachtiar Turun Gunung, DPD PSI Lebak Perkuat Struktur DPC di Dapil 3
Daerah
Paradoks Finansial Gen Z: Antara Gaya Hidup Digital dan Inklusi Keuangan Syariah
Opini Publik
Tindak Lanjut Temuan BPK, Kejagung Diminta Bongkar Dugaan Korupsi di PT Pupuk Indonesia
Hukum
Cegah Kemacetan Pagi Hari, Kapolres Lebak Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Simpang Yaspati
Daerah
Camat Curugbitung Apresiasi Pembangunan Jalan Hotmix di Desa Cilayang, Masyarakat Diimbau Menjaga dan Merawat
Daerah

You Might Also Like

Daerah

Polda Papua Barat Daya Dalami Dugaan Penembakan Tiga Warga di Maybrat

August 23, 2026
Daerah

Ellyas Yumte Tegaskan Pamflet yang Beredar Bukan Pernyataannya, Pelaku Diminta Bertanggung Jawab

October 12, 2026
Daerah

Merawat Warisan Leluhur, SSI Gelar Pasanggiri Pencak Silat 2026 di Lebak

August 31, 2026
Daerah

POCIL Binaan Polres Tangerang Raih Juara Harapan 2 di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

September 22, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?