Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Ellyas Yumte Tegaskan Pamflet yang Beredar Bukan Pernyataannya, Pelaku Diminta Bertanggung Jawab

Last updated: October 12, 2026 1:29 pm
Redaksi
Published: October 12, 2026
Daerah
4 Min Read
Red
SHARE

Media-publik.co Sorong – Ellyas Yumte, S.AN., pengurus Forum Lintas Suku Asli Papua Provinsi Papua Barat Daya dari sub-suku Aifat, Suku Maybrat, dengan tegas membantah beredarnya pamflet atau stiker yang memuat foto dan namanya disertai pernyataan yang tidak pernah dikeluarkannya.

Ellyas menegaskan, pamflet tersebut dibuat dan disebarkan tanpa sepengetahuan maupun persetujuannya. Ia meminta pihak yang bertanggung jawab segera memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ellyas mengaku pertama kali mengetahui keberadaan pamflet tersebut setelah menerima kiriman gambar dari seorang saudaranya. Setelah ditelusuri, pamflet yang mencantumkan foto dan namanya itu diketahui telah beredar melalui media sosial Facebook, khususnya pada grup atau halaman informasi Info Papua Barat Daya Kota Sorong.

“Saya tegaskan bahwa pamflet atau stiker yang beredar dan mencantumkan foto serta nama saya itu bukan berasal dari saya. Saya sendiri kaget ketika melihatnya karena tidak pernah membuat ataupun mengeluarkan pernyataan seperti yang tertulis dalam pamflet tersebut,” tegas Ellyas dalam keterangannya.

Menurutnya, penggunaan nama dan foto tanpa izin untuk menyebarkan pernyataan yang tidak pernah disampaikannya berpotensi merugikan nama baik serta memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia mengkhawatirkan beredarnya informasi tersebut dapat menimbulkan polemik, khususnya di kalangan keluarga besar Suku Maybrat dan sub-suku Aifat, baik di Kabupaten Maybrat maupun Kota Sorong.

Ellyas juga meluruskan informasi dalam pamflet yang mencantumkan atau mengatasnamakan masyarakat Maybrat serta kepala suku Maybrat. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan kepala suku Maybrat, melainkan pengurus Forum Lintas Suku Asli Papua Provinsi Papua Barat Daya dari sub-suku Aifat, Suku Maybrat.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan isi pamflet tersebut sebelum memastikan kebenaran informasi dan pihak yang bertanggung jawab atas pembuatannya.

“Jangan menggunakan nama dan foto saya untuk menyebarkan pernyataan yang tidak pernah saya keluarkan. Setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus jelas sumbernya dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menilai penggunaan identitas seseorang tanpa izin untuk menyebarkan informasi yang tidak benar merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, etika bermedia sosial harus dijaga oleh setiap pengguna, terlebih apabila informasi yang disebarkan berpotensi memperkeruh suasana dan merusak hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat.

Atas kejadian tersebut, Ellyas meminta pihak yang membuat dan menyebarkan pamflet itu segera menghapus seluruh unggahan terkait dari media sosial. Ia juga mendesak pihak yang bersangkutan menyampaikan klarifikasi secara terbuka untuk meluruskan informasi yang telah beredar sekaligus memulihkan nama baiknya.

“Saya meminta kepada orang-orang yang membuat dan menyebarkan pamflet tersebut agar segera menghapusnya dan melakukan klarifikasi secara terbuka. Jika tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini, saya akan mempertimbangkan langkah hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ellyas turut mengimbau keluarga besar Maybrat, khususnya sub-suku Aifat, serta masyarakat Kota Sorong dan seluruh wilayah Papua Barat Daya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar.

Ia berharap masyarakat lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial dengan memeriksa kebenaran informasi, memastikan sumbernya, serta tidak terburu-buru membagikan konten yang belum terverifikasi.

Menutup keterangannya, Ellyas kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana tercantum dalam pamflet tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan seluruh pihak dapat menjaga etika bermedia sosial, menghormati nama baik orang lain, serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan perpecahan di tengah keluarga besar Maybrat dan Aifat. (Abdullah)

TAGGED:Ellyas Yumte
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Ariani Djalal: Konektivitas Wilayah Kunci Buka Potensi Baru Transportasi Laut
Nasional
Angkat Martabat Papua Lewat Musik, Meki Nawipa Dukung Papua Reagge Festival XI
Daerah
TNI Siapkan Tempat Tinggal Bagi Pengungsi Kebakaran Jelutung II
Nasional
Ariani Djalal: Ekosistem Pendidikan Kunci Bangun SDM Maritim Daerah Kepulauan
Nasional
Wujud Kepedulian, Kejari Bangka Selatan Bantu Warga Terdampak Kebakaran Dusun Serdang
Nasional
Selisih Hampir Rp8 Triliun, MTM Dinilai Kurang Efisien untuk Subsidi Pupuk
Nasional

You Might Also Like

Daerah

Satu Tahun Kasus PT Genesis: Saat Segel Kementerian Dihiraukan dan Hukum Lingkungan Diuji di Serang

August 19, 2026
Daerah

1.800 Warga Malabutor Terima Bantuan Beras dari Pemerintah

September 2, 2026
Daerah

Progres Revitalisasi SDN 3 Cicaringin Capai 60 Persen, Pembangunan Sesuai Target

October 5, 2026
Daerah

Brigjen Pol Hengky Haryadi Resmi Pimpin Polda Papua Barat Daya

September 2, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?