Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Jalur Maut Mamasa–Malabo: Di Atas Kertas Selesai, Di Lapangan Mengancam Nyawa

Last updated: October 2, 2026 10:49 am
admin
Published: October 2, 2026
Nasional
3 Min Read
proyek penanganan longsor dan pemeliharaan rutin ruas jalan Mamasa–Malabo senilai Rp5 miliar digadang-gadang menjadi solusi permanen atas ancaman bencana yang kerap memutus urat nadi ekonomi Sulawesi Barat.
SHARE

Media-publik.co Mamasa — Di atas kertas, proyek penanganan longsor dan pemeliharaan rutin ruas jalan Mamasa–Malabo senilai Rp5 miliar digadang-gadang menjadi solusi permanen atas ancaman bencana yang kerap memutus urat nadi ekonomi Sulawesi Barat. Namun, di lapangan, gelombang kekhawatiran warga dan pengguna jalan justru kian membuncah. Pertanyaan mendasar terus bergemuruh: apakah anggaran fantastis tersebut benar-benar mewujud sebagai struktur penstabil lereng yang kokoh, atau sekadar tambal sulam administratif yang menggadaikan keselamatan nyawa?

Pengurus Pusat LBH Peradi Profesional, Marulitua Rajagukguk, melayangkan kritik tajam terhadap lemahnya pengawasan fisik yang kerap dipamerkan oleh instansi berwenang. Menurutnya, birokrasi sering kali terjebak dalam kepatuhan administratif semata di mana laporan serah terima pekerjaan (BAP) diteken mulus sementara kualitas riil di lapangan jauh dari standar spesifikasi teknis kontrak.

“Pengawasan fisik tidak boleh berhenti pada tumpukan laporan di atas meja atau verifikasi dokumen administratif yang steril dari realitas. Ketika menyangkut ruas jalan rawan longsor seperti Mamasa-Malabo, setiap rupiah dari anggaran Rp5 miliar itu langsung bersentuhan dengan nyawa manusia. Negara melalui Balai Jalan Nasional harus transparan membuktikan bahwa ketebalan beton, mutu material, hingga sistem drainase penstabil lereng dikerjakan 100 persen sesuai Rencana Anggaran Biaya dan spesifikasi teknis,” ujar Marulitua kepada wartawan, Jumat (2/10/2026).

Jebakan Formalitas dan Urgensi Pengawasan Lapangan

Selama ini, pola penanganan infrastruktur di daerah rawan longsor kerap dikritik karena bersifat reaktif dan berumur pendek. Begitu musim hujan tiba dengan intensitas tinggi, struktur penahan tanah (SPV) atau tebing yang baru dikerjakan tak jarang kembali ambrol. Kondisi ini memicu kecurigaan adanya pembiaran terhadap penurunan kualitas fisik pekerjaan akibat pengawasan yang longgar atau lemahnya uji petik (spot check) independen.

Marulitua menegaskan, apabila ditemukan indikasi penurunan kualitas fisik akibat kelalaian atau pembiaran struktural, sanksi administratif berupa denda atau pemutusan kontrak semata tidaklah cukup. Aparat penegak hukum Kejaksaan dan lembaga pengawas wajib turun tangan menggelar audit forensik teknik sipil.

“Jika terbukti ada pembiaran yang berujung pada penurunan mutu, ini bukan lagi sekadar pelanggaran kontrak administratif, melainkan potensi tindak pidana korupsi yang membahayakan keselamatan publik. Kami mendesak dilakukannya audit forensik independen untuk membongkar jeroan teknis proyek tersebut. Sanksi tegas berupa blacklist kontraktor pelaksana serta kejaksaan harus periksa itu pejabat pembuat komitmen (PPK) dan konsultan pengawas yang kongkalikong harus ditegakkan tanpa kompromi,” tambahnya.

Desakan Transparansi Balai Jalan Nasional

Hingga berita ini diturunkan, Ahmad Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Aris sebagai PPK belum memberikan tanggapan apapun.

Publik kini menuntut langkah konkret dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk membuka hasil uji mutu beton, uji geser tanah, serta dokumen pengawasan harian ke ruang publik. Di jalur maut Mamasa-Malabo, transparansi bukan lagi pilihan, melainkan syarat mutlak agar pengguna jalan tidak terus-menerus menjadi korban dari proyek infrastruktur yang rapuh sebelum waktunya.

TAGGED:Mamasa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Ariani Djalal: Konektivitas Wilayah Kunci Buka Potensi Baru Transportasi Laut
Nasional
Angkat Martabat Papua Lewat Musik, Meki Nawipa Dukung Papua Reagge Festival XI
Daerah
TNI Siapkan Tempat Tinggal Bagi Pengungsi Kebakaran Jelutung II
Nasional
Ariani Djalal: Ekosistem Pendidikan Kunci Bangun SDM Maritim Daerah Kepulauan
Nasional
Wujud Kepedulian, Kejari Bangka Selatan Bantu Warga Terdampak Kebakaran Dusun Serdang
Nasional
Selisih Hampir Rp8 Triliun, MTM Dinilai Kurang Efisien untuk Subsidi Pupuk
Nasional

You Might Also Like

Nasional

Jangan Hanya di Karawang, GSBK Minta Kasus KPR Fiktif Ditelusuri Hingga BTN Pusat

September 10, 2026
Nasional

Cegah Kerusakan Jalan dan Kecelakaan, Ombudsman Dukung Penuh Langkah Korlantas Polri

October 2, 2026
Nasional

Dana Bantuan Kementan Rp26 Miliar Dialihkan ke Perusahaan Keluarga, KOSMAK Desak Tindak Tegas

October 6, 2026
Nasional

Hadir di Dewan Pers, Hasyim Djojohadikusumo Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik

August 28, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?