Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

GMBI Lebak Surati Kapolri, Desak Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Ditangani Mabes Polri

Last updated: August 28, 2026 11:33 am
Redaksi
Published: August 28, 2026
Daerah
3 Min Read
King Naga/Dok. Istimewa
SHARE

Media-publik.co JAKARTA — LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lebak secara resmi melayangkan surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait dugaan kasus penculikan aktivis Fam Fuk Jhong, Jumat (28/8/2026).

Dalam surat tersebut, GMBI mendesak Mabes Polri mengambil alih penanganan perkara dan menggelar perkara khusus. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan proses hukum berjalan secara transparan, objektif, serta terbebas dari dugaan intervensi di tingkat daerah.

GMBI menyebut Fam Fuk Jhong diduga diculik secara paksa dan dibawa ke rumah kediaman Ketua DPRD Kabupaten Lebak. Atas dugaan tersebut, GMBI meminta kepolisian mengusut perkara secara menyeluruh, termasuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Selain meminta penanganan perkara ditarik ke Mabes Polri, GMBI juga menyatakan menolak apabila kasus tersebut diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice (RJ).

Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, mengatakan dugaan tindak pidana penculikan merupakan perkara serius karena berkaitan dengan perampasan kemerdekaan seseorang.

Menurut dia, berdasarkan aturan yang dijadikan dasar oleh GMBI, perkara tersebut dinilai tidak memenuhi persyaratan untuk diselesaikan melalui mekanisme RJ, terlebih kasus itu telah menimbulkan perhatian dan keresahan di tengah masyarakat.

GMBI merujuk sejumlah ketentuan dalam menyampaikan penolakannya terhadap mekanisme RJ, di antaranya Pasal 450 KUHP Baru yang mengatur tindak pidana penculikan dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Selain itu, GMBI juga merujuk Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021, khususnya Pasal 5, yang mengatur persyaratan materiil penerapan keadilan restoratif.

GMBI menilai dugaan penculikan terhadap aktivis memiliki dampak sosial yang cukup besar, terlebih karena dalam perkara tersebut disebut-sebut terdapat dugaan keterkaitan dengan pejabat publik.

“Penculikan adalah kejahatan serius yang merampas kemerdekaan seseorang. Secara regulasi dan dasar hukum, kasus ini mutlak tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan keadilan restoratif (RJ). Kami meminta Bapak Kapolri untuk segera menggelar perkara khusus di Mabes Polri demi tegaknya supremasi hukum di Kabupaten Lebak,” tegas King Naga.

GMBI menegaskan akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut hingga ke tingkat pusat. Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengungkap secara terang pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk apabila terdapat dugaan aktor intelektual di balik perkara tersebut.

GMBI berharap penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan sehingga seluruh fakta hukum dapat terungkap serta memberikan kepastian hukum bagi korban maupun masyarakat.

TAGGED:AktivisGMBiKapolriKing NagaMabes Polri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Dugaan Penggelapan 17 Sertifikat Tanah, Calon Dubes RI Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Hukum
Aab Bachtiar Turun Gunung, DPD PSI Lebak Perkuat Struktur DPC di Dapil 3
Daerah
Paradoks Finansial Gen Z: Antara Gaya Hidup Digital dan Inklusi Keuangan Syariah
Opini Publik
Tindak Lanjut Temuan BPK, Kejagung Diminta Bongkar Dugaan Korupsi di PT Pupuk Indonesia
Hukum
Cegah Kemacetan Pagi Hari, Kapolres Lebak Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Simpang Yaspati
Daerah
Camat Curugbitung Apresiasi Pembangunan Jalan Hotmix di Desa Cilayang, Masyarakat Diimbau Menjaga dan Merawat
Daerah

You Might Also Like

Daerah

Revitalisasi SMPN 2 Pamarayan Terus Dikebut, Progres Pembangunan Capai 65 Persen

October 19, 2026
Daerah

Akibat Kasus Penculikan Aktivis Lebak, King Naga Minta Propam Polri Periksa Polda Banten

August 19, 2026
Daerah

Judi Gelper Marak di Pelalawan, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres

October 1, 2026
Daerah

Bangun  Kemandirian  Warga  Binaan,  Lapas  Medan  Kembangkan  Ketahanan  Pangan

August 25, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?