Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Bukan Sekadar Jabatan, Gus Rozin Dorong Pengurus NU Menjadikan Khidmah sebagai Jalan Kebaikan

Last updated: August 28, 2026 4:21 am
Redaksi
Published: August 28, 2026
Daerah
5 Min Read
Gus Rozin
SHARE

Media-Publik.co JOMBANG — Menjadi pengurus organisasi sebesar Nahdlatul Ulama (NU) tentu membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran. Di tengah kesibukan pekerjaan serta tanggung jawab keluarga, pilihan untuk tetap aktif mengurus NU bagi sebagian warga Nahdliyin bukan semata-mata soal jabatan.

Ada nilai pengabdian dan keyakinan untuk mencari barokah yang menjadi salah satu alasan mereka bertahan dalam khidmah organisasi.

Dalam tradisi pesantren, barokah kerap dimaknai sebagai ziyādatul khair, yakni bertambahnya kebaikan. Nilai tersebut kemudian menjadi bagian dari cara pandang sebagian warga NU dalam menjalankan aktivitas organisasi.

Pandangan itu pernah disampaikan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah yang juga menjadi salah satu kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35.

“NU ini adalah organisasi yang baik. Justru kitalah yang ingin menjadi baik melalui NU,” kata Gus Rozin, Jumat (28/8/2026).

Menurut pandangan tersebut, NU tidak hanya menjadi organisasi yang harus dikelola melalui struktur dan program kerja. NU juga menjadi ruang bagi kader dan pengurus untuk belajar, mengabdi, sekaligus membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi sebagian pengurus NU, keputusan untuk aktif dalam organisasi lahir dari lingkungan tempat mereka tumbuh.

Seorang Ketua Ansor di tingkat cabang, misalnya, menyebut keterlibatannya dalam NU sebagai “panggilan jiwa”. Ia tumbuh di lingkungan NU dan mendapatkan pendidikan pesantren.

Ketika kemudian mendapat kesempatan menjadi bagian dari kepengurusan, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai yang telah diterimanya.

Menjadi pengurus, bagi dia, juga berarti menjaga diri agar tetap berada di lingkungan yang baik, dekat dengan para kiai, tradisi mengaji, dan ilmu.

Namun, pengabdian dalam NU tidak berhenti pada upaya memperbaiki diri. Tanggung jawab organisasi juga menuntut pengurus menghadirkan manfaat bagi jamaah dan masyarakat.

Pengurus dituntut mampu menggerakkan anggota, mengembangkan sumber daya, serta menjalankan program yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

Perspektif tersebut menjadi relevan dalam pembahasan mengenai arah kepemimpinan NU menjelang Muktamar ke-35.

Gus Rozin memandang NU sebagai jam’iyah yang memiliki basis jutaan jamaah. Karena itu, penguatan organisasi tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas warga yang berada di dalamnya.

Jamaah yang kuat menjadi modal penting bagi terbentuknya jam’iyah yang kuat.

Atas dasar itu, penguatan jamaah dan jam’iyah menjadi bagian penting dalam gagasan kepemimpinan NU. Kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur di tingkat pusat, tetapi juga oleh warga yang menjalankan kerja-kerja pengabdian di berbagai tingkatan.

Menjadi pengurus NU dengan demikian bukan sekadar menempati posisi dalam struktur organisasi. Lebih dari itu, kepengurusan menjadi ruang untuk memperluas manfaat, dari diri sendiri, kepada jamaah, hingga masyarakat.

Gagasan tersebut sejalan dengan perjalanan Gus Rozin selama berkiprah di lingkungan NU.

Ia pernah menjadi Pengurus Pusat IPNU periode 1998–2001, Pengurus Pusat GP Ansor 2000–2004, Wakil Ketua LP Ma’arif PBNU 2010–2013, Ketua RMI NU Jawa Tengah 2013–2015, Ketua RMI PBNU 2015–2021, Mustasyar PCNU Kabupaten Pati 2019–2024, serta Katib Syuriah PBNU 2021–2023.

Sejak 2024, Gus Rozin dipercaya menjadi Ketua PWNU Jawa Tengah untuk masa khidmah 2024–2029.

Pengalaman tersebut membuatnya bersentuhan dengan berbagai lapisan organisasi, mulai dari kader muda, pesantren, lembaga pendidikan, pengurus cabang, pengurus wilayah, hingga struktur PBNU.

Karena itu, gagasan tentang khidmah dan menjadi baik bersama NU bukan sekadar narasi menjelang Muktamar, tetapi juga bagian dari perjalanan panjangnya di organisasi.

Pada akhirnya, alasan seseorang bersedia mengurus NU tidak selalu dapat diukur dengan keuntungan material maupun jabatan.

Ada waktu, tenaga, pikiran, dan perhatian yang harus diberikan untuk mengurus jamaah dan menjalankan roda organisasi.

Menjadi bagian dari NU dipandang sebagai ikhtiar untuk memperbaiki diri sekaligus memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar.

Dari individu lahir jamaah. Dari jamaah terbentuk jam’iyah. Dari jam’iyah yang kuat diharapkan lahir manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menjelang Muktamar ke-35 NU yang berlangsung 27–31 Agustus 2026, perspektif tersebut menjadi salah satu cara melihat kepemimpinan NU ke depan.

Memimpin NU bukan hanya tentang mengelola struktur dan menjalankan program. Lebih dari itu, kepemimpinan juga menuntut kesediaan untuk terus belajar, berkhidmah, dan berusaha menjadi lebih baik bersama NU.

(Akbar)

TAGGED:Gus RozinNUPBNU
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Penyidik Pakai Surat Prostitusi Tangkap Gabriel, LBH Peradi Profesional Lapor ke Propam Polri
Nasional
Mukhsin Nasir: MBG Terancam Gagal Karena Dikuasai Perantara, Bukan Pelaku Usaha Nyata
Nasional
Lelang Aset Rp1,75 Miliar Berujung Gugatan, Nasabah Seret BCA ke Pengadilan
Daerah
Marwan Jafar: Pemegang Polis Asuransi Harus Terjamin dan Terlindungi
Nasional
Kritik Atas Pengkritik Gerakan: Saat Diagnosis Lupa Memeriksa Siapa yang Memeriksa
Nasional
Soroti Tata Kelola MBG, Nata Sutisna: Anak-anak Bukan Sekadar Angka dalam Laporan
Nasional

You Might Also Like

Daerah

Polda Papua Barat Daya Dalami Dugaan Penembakan Tiga Warga di Maybrat

August 23, 2026
Daerah

LSM Laskar NKRI Banten Siap Bagikan Masker Gratis, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Debu Erupsi Anak Krakatau

September 6, 2026
Daerah

Geger! Siswi di Subang Terbangun, Pria Misterius Diduga Sudah Berada di Sisi Tempat Tidurnya

August 23, 2026
Daerah

Bangun  Kemandirian  Warga  Binaan,  Lapas  Medan  Kembangkan  Ketahanan  Pangan

August 25, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?