Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Berkas Perkara P21, Deputi Gakkum dan Kejati Banten Pastikan Proses Hukum PT GRS Berlanjut

Last updated: August 24, 2026 5:31 pm
Redaksi
Published: August 24, 2026
Hukum
3 Min Read
Gedung Kejati Banten
SHARE

Media-publik.co Serang — Di balik garis polisi dan segel resmi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang terpasang di pabrik PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mencuat pertanyaan besar mengenai efektivitas penegakan hukum lingkungan. Meskipun telah disegel berkali-kali sejak 2023 hingga 2025, muncul dugaan kuat bahwa korporasi tersebut masih menjalankan aktivitas operasionalnya, memicu tanda tanya terkait wibawa hukum di tanah Banten.

Fakta Hukum Terkini

Di tengah spekulasi mengenai kelanjutan proses hukum, konfirmasi resmi berhasil didapatkan. Berdasarkan wawancara tim redaksi dengan Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (Gakkum LH) KLH, Irjen. Pol. Rizal Irawan, S.I.K., M.H., ditegaskan bahwa perkara PT GRS telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan pada tanggal 1 Juli 2026.

“Selanjutnya, tersangka dan barang bukti telah dilimpahkan ke Kejaksaan (Tahap II) pada tanggal 14 Juli 2026,” ungkap Irjen Rizal.

Informasi ini diperkuat oleh komunikasi terpisah dengan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Banten, Jonathan Suranta Martua, S.H., M.H., yang mengonfirmasi bahwa perkara PT GRS memang telah melalui tahap P21 dan Tahap II.

Perspektif Ahli: Menguji Keberanian Penegakan Hukum

Menanggapi durasi penanganan kasus dari penerbitan SPDP pada April 2026 hingga pelimpahan Tahap II pada Juli 2026, Marulitua Rajagukguk dari LBH Peradi Profesional menilai jangka waktu tiga bulan tersebut masih dalam kategori wajar. Menurutnya, koordinasi antara penyidik KLH dan penuntut umum telah berjalan sesuai ketentuan Pasal 58 s.d 62 KUHAP Baru.

Namun, Marulitua menekankan bahwa keberhasilan penegakan hukum sangat bergantung pada kekuatan dan validitas alat bukti Elements of Ecological Crime yang dikumpulkan oleh penyidik PPNS Gakkum KLH.

“Apakah penyidik KLH menggunakan ahli lingkungan untuk menghitung kerugian atas pelanggaran yang dilakukan? Kalau ini tidak dilakukan, berarti tidak ada ganti rugi pemulihan lingkungan. Padahal, dibutuhkan biaya cukup besar untuk itu. Jika tidak ada bicara ganti rugi, jaksa hanya akan menuntut pidana denda minimal Rp 5 miliar dan maksimal Rp 15 miliar sesuai Pasal 106 UU PPLH. Dalam praktik, hakim sangat jarang mengabulkan denda maksimal,” ujar Marulitua.

Dilema Masyarakat dan Catatan Kelam

Warga setempat, Hendrawan, mengungkapkan dilema yang dirasakan masyarakat. “Kalau infonya memang ada pekerja yang mulai masuk lagi. Tapi kalau benar atau tidaknya beroperasi, saya sebagai masyarakat tidak tahu pasti ya, apakah pabrik itu sudah selesai proses perizinan atau bagaimana, ya jelas masyakat membutuhkan lapangan pekerjaan” ungkap Hendrawan.

Sebagai informasi, perusahaan ini disangkakan melanggar Pasal 103, 104, dan 106 Jo. Pasal 116 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus memantau perkembangan perkara dan berupaya mendapatkan konfirmasi lanjutan dari pihak manajemen PT GRS terkait dugaan aktivitas di balik segel tersebut.

TAGGED:Kejati BantenPT Genesis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Dugaan Penggelapan 17 Sertifikat Tanah, Calon Dubes RI Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Hukum
Aab Bachtiar Turun Gunung, DPD PSI Lebak Perkuat Struktur DPC di Dapil 3
Daerah
Paradoks Finansial Gen Z: Antara Gaya Hidup Digital dan Inklusi Keuangan Syariah
Opini Publik
Tindak Lanjut Temuan BPK, Kejagung Diminta Bongkar Dugaan Korupsi di PT Pupuk Indonesia
Hukum
Cegah Kemacetan Pagi Hari, Kapolres Lebak Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Simpang Yaspati
Daerah
Camat Curugbitung Apresiasi Pembangunan Jalan Hotmix di Desa Cilayang, Masyarakat Diimbau Menjaga dan Merawat
Daerah

You Might Also Like

Hukum

Perkara Gas Portabel di PN Jakut, LBH PERADI Nilai Hukuman Gabriel Tak Berkeadilan

August 27, 2026
Hukum

3,36 Gram Sabu Dimusnahkan, Polda PBD Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba

August 20, 2026
Hukum

Jangan Biarkan Nasabah Berjuang Sendirian,  CBA Desak OJK dan Pimpinan BCA Bertanggung Jawab

August 24, 2026
Hukum

Tanggapi Aduan Warga dan LBH, Jaksa Limpahkan Kasus PT GRS ke PN Serang

September 5, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?