Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Mukhsin Nasir: MBG Terancam Gagal Karena Dikuasai Perantara, Bukan Pelaku Usaha Nyata

Last updated: September 15, 2026 7:24 am
admin
Published: September 15, 2026
Nasional
3 Min Read
Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir,
SHARE

Media-publik.co Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dengan niat luhur, kini dinilai terancam jatuh ke tangan yang salah. Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir, menyampaikan peringatan keras bahwa praktik pemburu rente dan tender politik perlahan merusak program yang seharusnya menyejahterakan generasi penerus bangsa.

“Saya menyampaikan ini bukan untuk meniadakan niat mulia di balik Program Makan Bergizi Gratis, melainkan untuk menyelamatkannya dari jatuh ke tangan yang salah, agar tidak terus berlanjut dan memakan korban lebih banyak lagi,” tegas Mukhsin Nasir, Selasa (15/9/2026)

Mukhsin menyoroti fenomena yang terjadi di lapangan, di mana penyelenggaraan program besar ini justru diserahkan kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kemampuan teknis, jaringan pasokan terpercaya, maupun pengalaman panjang di bidang penyediaan pangan bergizi.

“Yang mereka miliki hanyalah kedekatan akses politik, kemampuan menawar harga tanpa menjamin kualitas, dan tujuan tunggal: memperoleh keuntungan secepat mungkin dari aliran dana negara. Inilah yang disebut memburu rente mengambil keuntungan dari posisi perantara, bukan dari nilai kerja dan kualitas yang dihasilkan,” ungkapnya.

Menurut Mukhsin, ketika program sebesar ini jatuh ke tangan pemburu rente, maka yang diutamakan bukanlah gizi, keamanan pangan, maupun keselamatan jiwa anak-anak, melainkan seberapa besar selisih yang bisa dikantongi. Maka wajar jika di mana-mana muncul laporan: rasa aneh, bau asing, bahan diragukan, hingga keracunan berulang.

“Itu bukan kecelakaan sesaat itu adalah logika sistem yang salah,” tandasnya.

Ia menegaskan, penunjukan pelaksana seharusnya diberikan kepada pemilik modal besar yang telah berdiri puluhan tahun, memiliki pabrik, jaringan pasokan tersertifikasi, tenaga pengawas mutu, dan tanggung jawab hukum yang jelas. Mereka akan berpikir seribu kali sebelum meloloskan bahan yang membahayakan, karena nama baik dan keberlangsungan usaha dipertaruhkan. Sedangkan pemburu rente datang tanpa beban, pergi membawa untung, dan meninggalkan kerusakan di tangan rakyat.

Mukhsin juga memperingatkan bahaya tender politik yang didasarkan pada kedekatan dan kepentingan kekuasaan. Kata Mukhsin, Jika penunjukan pelaksana didasarkan pada pertimbangan kedekatan, kepentingan kekuasaan, atau imbal balik politik, maka yang terjadi adalah tender politik.

“Di sini, kualitas dikalahkan oleh kesetiaan; keselamatan dikorbankan demi keuntungan kelompok,” ujarnya.

Praktik ini lambat laun akan merusak kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ketika anak-anak jatuh sakit, yang disalahkan bukan hanya penyedia makanannya melainkan negara itu sendiri.

“Jangan biarkan program MBG yang seharusnya memberi kehidupan bergizi justru menjadi sumber ancaman ‘racun’ keselamatan jiwa. Rakyat tidak butuh perantara yang memperkaya diri dari dapur negara; rakyat butuh pelaksana yang memastikan keamanan pangan di setiap piring yang disajikan,” pesan Mukhsin Nasir.

Ia meminta pemerintah segera memperbaiki tata kelola program ini, sebelum kerusakan menimpa bukan hanya pada perut anak-anak, tetapi juga pada kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan saat ini.

TAGGED:MBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Penyidik Pakai Surat Prostitusi Tangkap Gabriel, LBH Peradi Profesional Lapor ke Propam Polri
Nasional
Lelang Aset Rp1,75 Miliar Berujung Gugatan, Nasabah Seret BCA ke Pengadilan
Daerah
Marwan Jafar: Pemegang Polis Asuransi Harus Terjamin dan Terlindungi
Nasional
Kritik Atas Pengkritik Gerakan: Saat Diagnosis Lupa Memeriksa Siapa yang Memeriksa
Nasional
Soroti Tata Kelola MBG, Nata Sutisna: Anak-anak Bukan Sekadar Angka dalam Laporan
Nasional
Tabrak Syarat TKDN, Kepala dan Pokja UKPBJ Disdik Bogor Didorong Segera Diperiksa KPK
Nasional

You Might Also Like

Nasional

Lewat JAWARA SMART, Lapas Bekasi Mudahkan Akses Layanan Keluarga Warga Binaan

August 28, 2026
Nasional

Ratusan Korban Haji Ilegal Rugi Rp30 Miliar, Desak Satgas Haji Bareskrim Segera Tangkap Pelaku

August 22, 2026
Nasional

Bung AIR: Upacara HUT ke-81 RI di Istana Hadirkan Wajah Indonesia yang Sesungguhnya ​

August 17, 2026
Nasional

Gus Yahya: Transformasi NU Harus Mengakar Hingga Ranting, Siapkan Visi NU 2050

August 22, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?