Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Marwan Jafar PKB: Standar Kewajaran LPS Harus Terukur dan Akuntabel

Last updated: October 8, 2026 9:28 am
Redaksi
Published: October 8, 2026
Nasional
3 Min Read
Marwan Jafar
SHARE

Media-publik..co Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai lembaga berbadan hukum di sektor keuangan harus senantiasa menjaga independensi, termasuk dalam penyusunan rencana kerja dan penganggaran. Namun, independensi tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan publik.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar, di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Ia menegaskan, ketentuan mengenai independensi LPS telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Menurut Marwan, dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, LPS tetap harus membangun koordinasi dan konsultasi dengan DPR RI, khususnya Komisi XI, serta menyampaikan laporan secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan pelaksanaan kinerja dan penggunaan anggaran LPS dapat diukur serta dipertanggungjawabkan.

“Khusus terkait standar kewajaran kinerjanya, LPS juga mesti mendapat persetujuan DPR. Termasuk yang berhubungan dengan transparansi evaluasi, pertanggungjawaban anggaran, pengelolaan barang dan jasa, serta pengelolaan sumber daya, organisasi, dan remunerasi,” tegas mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tersebut.

Marwan menekankan, penilaian terhadap kewajaran kinerja LPS harus menggunakan parameter yang objektif, terukur, dan faktual. Salah satunya dengan melihat sejauh mana penggunaan anggaran dan sumber daya telah dilakukan secara efektif untuk mendukung pencapaian sasaran dan target yang telah ditetapkan.

Selain efektivitas, lanjut Marwan, aspek efisiensi juga harus menjadi indikator penting. LPS perlu memastikan setiap anggaran dan sumber daya dimanfaatkan secara optimal, hemat, tepat sasaran, serta memberikan manfaat maksimal bagi pencapaian tujuan lembaga.

“Yang jelas, terutama menyangkut perilaku sumber daya manusia di LPS, mereka harus selalu menjaga dan mewujudkan nilai-nilai integritas. Ini jangan hanya di atas kertas, apalagi sebatas ucapan. Mereka wajib menjunjung tinggi kejujuran agar dapat menumbuhkan kepercayaan, baik secara eksternal maupun internal,” kata Marwan, yang juga pernah menjabat Ketua Fraksi PKB DPR RI.

Seiring dengan penerapan etika dan integritas tersebut, Marwan menegaskan bahwa seluruh pegawai LPS harus bekerja secara profesional dan bebas dari berbagai kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas dalam menjalankan tugas.

“Jangan sampai ada kepentingan pribadi, kelompok, ataupun pihak lain yang memengaruhi pengambilan keputusan dan kemudian menimbulkan benturan kepentingan atau conflict of interest. Hal seperti ini harus dicegah karena dapat merusak kepercayaan dan membahayakan kredibilitas institusi LPS,” pungkasnya.

Menurut Marwan, penguatan standar kewajaran, transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan integritas merupakan bagian penting untuk memastikan LPS tetap menjadi institusi yang kredibel, profesional, dan mampu menjalankan mandatnya dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional. (Akbar)

TAGGED:DPR RIKomisi XILPSMarwan JafarPKB
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Ariani Djalal: Konektivitas Wilayah Kunci Buka Potensi Baru Transportasi Laut
Nasional
Angkat Martabat Papua Lewat Musik, Meki Nawipa Dukung Papua Reagge Festival XI
Daerah
TNI Siapkan Tempat Tinggal Bagi Pengungsi Kebakaran Jelutung II
Nasional
Ariani Djalal: Ekosistem Pendidikan Kunci Bangun SDM Maritim Daerah Kepulauan
Nasional
Wujud Kepedulian, Kejari Bangka Selatan Bantu Warga Terdampak Kebakaran Dusun Serdang
Nasional
Selisih Hampir Rp8 Triliun, MTM Dinilai Kurang Efisien untuk Subsidi Pupuk
Nasional

You Might Also Like

Nasional

Diduga Serobot Hutan Lindung 42 Hektare, HGU PT Letawa Dilaporkan ke Jalur Pidana Korupsi

October 1, 2026
Nasional

Semua  Relawan  Wajib  Solid  Dukung  Prabowo‑Gibran  sampai  2029, Pesan  Jokowi  di  Ramah‑tamah  Relawan

August 26, 2026
Nasional

BaraNusa: Jakarta Tak Butuh Pencitraan, Butuh Sikap Tegas Usut Kematian Bambang*

August 30, 2026
Nasional

Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik, Ombudsman: Penumpang Berhak Dapat Informasi Jelas

September 8, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?