Media PublikMedia Publik
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Font ResizerAa
Media PublikMedia Publik
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Search
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Opini Publik
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Sosok
Follow US

Belum Ada Tersangka, Wildan Ansori Nasution Desak Transparansi Penanganan Kasus Korupsi Bogor

Last updated: October 15, 2026 12:59 am
admin
Published: October 15, 2026
Nasional
3 Min Read
Advokat Anti‑Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution, S.H., M.H
SHARE

Media-publik.co Bogor – Advokat Anti‑Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution, S.H., M.H., menyuarakan perhatiannya terhadap perkembangan penanganan dugaan kasus korupsi upah pungut di Bogor yang dinilai berjalan lambat dan minim informasi publik. Ia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat terkait tahapan proses hukum yang sedang dijalani.

Sorotan itu muncul setelah KPK melakukan penyitaan uang sekitar Rp1,5 miliar, penggeledahan di sejumlah kantor pemerintahan, serta pemeriksaan terhadap beberapa pejabat terkait perkara tersebut. Hingga Rabu, 14 Oktober 2026, KPK belum mengumumkan penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Menurut Wildan Ansori Nasution, perkara yang berkaitan dengan penyimpangan keuangan publik seharusnya dikelola dengan prinsip transparan, akuntabel, dan berlandaskan hukum. Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan perkara, selama informasi yang disampaikan tidak mengganggu proses penyidikan dan tidak melanggar ketentuan peraturan perundang‑undangan.

“Karena ini kasus dugaan korupsi, persoalan ini tidak boleh dibiarkan terus‑menerus berada dalam ketidakjelasan. KPK perlu memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan penanganan perkara dugaan korupsi upah pungut di Bogor, termasuk status penanganannya, langkah hukum yang telah dilakukan, serta kendala apa yang menyebabkan sampai saat ini belum ada tersangka,” ujar Wildan dalam keterangan persnya.

Wildan menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya diukur dari kemampuan mengungkap perkara, tetapi juga dari konsistensi penegakan hukum, kepastian proses, dan pertanggungjawaban lembaga penegak hukum kepada masyarakat. Sebagai advokat yang fokus pada gerakan anti‑kleptokrasi, ia menilai dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pengelolaan keuangan publik harus ditangani secara serius dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan tidak mendahului putusan pengadilan.

“Yang kita minta adalah kejelasan, bukan intervensi terhadap proses penegakan hukum. Apabila perkara ini masih dalam tahap penyelidikan atau penyidikan, KPK perlu menyampaikan informasi yang dapat dibuka kepada publik. Apabila terdapat kendala atau perkembangan tertentu, masyarakat juga berhak memperoleh penjelasan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga meminta KPK memastikan setiap laporan dan dugaan tindak pidana korupsi ditindaklanjuti secara profesional, tanpa diskriminasi, serta didasari alat bukti dan peraturan perundang‑undangan yang berlaku. Wildan memperingatkan bahwa ketidakjelasan informasi yang berlangsung terlalu lama dapat menimbulkan pertanyaan publik terhadap arah dan kepastian penanganan perkara, sehingga komunikasi kelembagaan yang terbuka menjadi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi.

“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton dan pendengar adanya dugaan perkara korupsi saja, tetapi tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai tindak lanjutnya. KPK perlu menjawab pertanyaan publik melalui penjelasan resmi yang transparan, berdasarkan fakta, dan tidak menimbulkan spekulasi serta asumsi liar yang berkembang di masyarakat umum,” tutup Wildan Ansori Nasution. Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak KPK terkait seruan tersebut.

TAGGED:Wildan Ansori Nasution
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Threads Copy Link Print

Terbaru

Ariani Djalal: Konektivitas Wilayah Kunci Buka Potensi Baru Transportasi Laut
Nasional
Angkat Martabat Papua Lewat Musik, Meki Nawipa Dukung Papua Reagge Festival XI
Daerah
TNI Siapkan Tempat Tinggal Bagi Pengungsi Kebakaran Jelutung II
Nasional
Ariani Djalal: Ekosistem Pendidikan Kunci Bangun SDM Maritim Daerah Kepulauan
Nasional
Wujud Kepedulian, Kejari Bangka Selatan Bantu Warga Terdampak Kebakaran Dusun Serdang
Nasional
Selisih Hampir Rp8 Triliun, MTM Dinilai Kurang Efisien untuk Subsidi Pupuk
Nasional

You Might Also Like

Nasional

Camellia: Bermainlah dengan Hati, Kami Berdiri di Belakangmu, Garuda Indonesia

October 2, 2026
Nasional

Sekjen Kemenhut Memegang Kendali, Matahukum: Izin Mangkrak 5 Tahun Siapa Bertanggung Jawab

September 23, 2026
Nasional

Cacat Sejak Awal Bukti Gas Portabel Diperoleh Secara Ilegal, Tidak Boleh Dipakai di Sidang ​

September 11, 2026
Nasional

Dr. Reni Apriani Pantau Calon Guru di SMAN 1 Warunggunung, PLP 2 Universitas La Tansa Mashiro Berjalan Bermakna

September 17, 2026
Media PublikMedia Publik
Copyright (c) Media-Publik.co All Right Reserved
  • Beranda
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?